Perayaan malam pergantian tahun yang seharusnya menjadi momen penuh sukacita justru berujung petaka di kawasan Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng. Seorang pria bernama Komang Sudiartana (33) menjadi korban pengeroyokan saat merayakan Tahun Baru bersama keluarganya, Kamis (1/1) sekitar pukul 00.30 WITA.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian mulut hingga mengeluarkan darah dan harus mendapatkan perawatan medis. Peristiwa ini kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian setempat untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Perayaan Tahun Baru Berubah Menjadi Ketegangan
Menurut keterangan resmi dari Polres Buleleng, korban merupakan warga Banjar Dinas Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Kecamatan sekaligus Kabupaten Buleleng. Pada malam kejadian, Komang Sudiartana datang ke Pantai Lovina bersama enam anggota keluarganya untuk merayakan pergantian tahun.
Pantai Lovina sendiri dikenal sebagai salah satu pusat perayaan Tahun Baru di wilayah Bali Utara. Ribuan warga lokal dan wisatawan biasanya memadati kawasan ini untuk menikmati pesta kembang api, hiburan musik, dan suasana malam pergantian tahun.
Seperti pengunjung lainnya, korban dan keluarganya ikut menyalakan kembang api di area pesisir pantai. Namun, insiden tak terduga terjadi ketika salah satu kembang api yang dinyalakan korban tiba-tiba patah. Akibatnya, arah ledakan berubah dan menyasar ke area sekitar pantai, memicu kepanikan pengunjung lain.
Adu Mulut dengan Warga Sekitar
Kasi Humas Polres Buleleng, Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan bahwa insiden kembang api tersebut memancing reaksi keras dari warga sekitar.
“Kembang api yang dinyalakan korban mendadak patah sehingga ledakannya mengarah ke area pantai. Hal ini membuat warga sekitar protes, hingga terjadi adu mulut antara korban dan warga sekitar,” ujar Iptu Yohana.
Situasi di lokasi sempat memanas. Beberapa saksi menyebutkan bahwa adu argumen berlangsung cukup sengit, meskipun tidak sampai terjadi kekerasan pada saat itu. Menyadari situasi tidak kondusif, korban kemudian memilih untuk menghindari konflik lebih lanjut.
Dikeroyok Saat Hendak Meninggalkan Lokasi
Setelah adu mulut tersebut, Komang Sudiartana berniat meninggalkan Pantai Lovina. Ia berjalan menuju kendaraannya dengan maksud pulang bersama keluarga. Namun, niat tersebut tidak berjalan mulus.
Di tengah perjalanan menuju kendaraan, korban justru diduga diserang oleh beberapa orang. Aksi kekerasan itu terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian mulut.
“Korban dikeroyok hingga mengalami luka pada mulut kiri bagian atas dan mengeluarkan darah,” jelas Iptu Yohana.
Dalam kondisi terluka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju kendaraannya. Setelah berhasil menjauh dari lokasi kejadian, korban langsung menuju rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban Dirawat di Rumah Sakit
Korban kemudian dibawa ke RS Parama Sidhi Singaraja untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tim medis memberikan perawatan terhadap luka yang dialami korban, terutama di area mulut yang mengalami pendarahan.
Pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kasus ini tetap menjadi perhatian serius karena terjadi di tengah perayaan publik yang melibatkan banyak orang.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku pengeroyokan. Polisi telah menerima laporan resmi dari korban dan melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mendalami keterangan saksi-saksi untuk mengetahui siapa pelakunya,” ungkap Iptu Yohana.
Polisi juga membuka kemungkinan adanya unsur tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Jika terbukti, pelaku dapat dijerat pasal terkait penganiayaan secara bersama-sama.
Imbauan Kepolisian Terkait Perayaan Tahun Baru
Menanggapi insiden tersebut, Polres Buleleng mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan menjaga ketertiban saat merayakan malam Tahun Baru. Penggunaan kembang api di area publik dinilai memiliki potensi risiko tinggi jika tidak dilakukan dengan pengawasan dan aturan yang jelas.
Polisi juga mengingatkan agar setiap bentuk perselisihan di ruang publik diselesaikan secara damai dan tidak berujung pada tindakan kekerasan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas, menghindari emosi berlebihan, dan tidak main hakim sendiri,” tegas pihak kepolisian.
Catatan Penting dari Peristiwa Lovina
Kasus pengeroyokan ini menjadi pengingat bahwa euforia perayaan Tahun Baru dapat berubah menjadi konflik jika tidak diimbangi dengan kesadaran akan keselamatan dan ketertiban bersama. Pantai Lovina, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata ramah dan tenang, diharapkan tetap menjadi ruang publik yang aman bagi semua pihak.
Polisi memastikan akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, terutama saat momen-momen perayaan besar.
Baca Juga : Sikap PHDI Soal Wacana Ubah Waktu Pelaksanaan Nyepi
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : suarairama

