KPK memeriksa Kartika Sari untuk mendalami komunikasi HM Kunang dengan pihak swasta Sarjan terkait dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dalam kasus dugaan suap ijon proyek yang menyeret nama Bupati nonaktif Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Dalam proses pendalaman tersebut, penyidik kini menyoroti komunikasi antara ayah Ade, HM Kunang (HMK), dengan pihak swasta bernama Sarjan (SRJ).
Upaya ini dilakukan melalui pemeriksaan seorang saksi bernama Kartika Sari (KS), yang disebut berstatus sebagai ibu rumah tangga. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyidikan yang lebih luas untuk menelusuri relasi dan pola komunikasi antara pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik suap proyek di Kabupaten Bekasi.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pemeriksaan Kartika Sari difokuskan pada pengetahuan saksi mengenai pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh HM Kunang dengan Sarjan.
“Penyidik mendalami pengetahuan saksi perihal pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh HMK dengan SRJ,” ujar Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis pada Kamis, 12 Februari 2026.
Meski demikian, KPK belum mengungkap lebih jauh isi pemeriksaan maupun jawaban Kartika Sari selama proses berlangsung. Budi juga enggan memerinci detail informasi yang diperoleh penyidik, dengan alasan penyidikan masih berjalan dan materi pemeriksaan bersifat strategis.
Kasus dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi menjadi perhatian publik karena menyangkut tata kelola anggaran dan proyek pembangunan daerah. Istilah “suap ijon” sering digunakan untuk menggambarkan praktik pemberian uang atau komitmen tertentu sebelum proyek resmi berjalan, dengan tujuan memuluskan penunjukan atau pelaksanaan pekerjaan.
Dalam banyak kasus korupsi proyek, pola komunikasi dan pertemuan informal antara pejabat, keluarga pejabat, serta pihak swasta kerap menjadi pintu masuk utama bagi penyidik untuk membuktikan adanya kesepakatan tersembunyi. Karena itu, KPK menilai penting untuk menelusuri pertemuan-pertemuan yang dilakukan HM Kunang dengan Sarjan, termasuk konteks dan kepentingan di balik komunikasi tersebut.
Pemeriksaan saksi seperti Kartika Sari juga menunjukkan bahwa penyidik tidak hanya fokus pada aktor utama, tetapi turut menggali informasi dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui atau memiliki akses terhadap aktivitas komunikasi para terduga.
Langkah ini mencerminkan strategi KPK dalam membangun konstruksi perkara secara menyeluruh. Dalam penyidikan tindak pidana korupsi, pembuktian tidak hanya bergantung pada transaksi uang, tetapi juga pada rangkaian peristiwa yang mengarah pada terjadinya kesepakatan suap, termasuk pertemuan, komunikasi, hingga peran perantara.
Ade Kuswara Kunang sendiri saat ini berstatus sebagai bupati nonaktif Bekasi. Status nonaktif biasanya diberikan ketika seorang kepala daerah tengah menghadapi proses hukum, baik dalam tahap penyidikan maupun persidangan, guna memastikan jalannya pemerintahan daerah tetap stabil.
Sementara itu, sosok HM Kunang sebagai ayah dari Ade juga menjadi sorotan karena diduga memiliki komunikasi dengan pihak swasta terkait proyek-proyek di Bekasi. Dalam beberapa perkara korupsi, keterlibatan keluarga pejabat sering kali muncul sebagai jalur tidak langsung dalam proses negosiasi atau pengaturan proyek.
Pihak swasta bernama Sarjan (SRJ) disebut sebagai salah satu pihak yang komunikasinya tengah didalami oleh penyidik. KPK belum membeberkan secara rinci peran Sarjan dalam kasus ini, namun pemeriksaan saksi-saksi terkait pertemuan dengan HM Kunang mengindikasikan bahwa posisinya dianggap relevan dalam konstruksi perkara.
Kasus ini kembali menegaskan tantangan besar dalam tata kelola proyek pembangunan di tingkat daerah. Kabupaten Bekasi sebagai salah satu wilayah strategis penyangga ibu kota memiliki nilai proyek infrastruktur yang sangat besar, mulai dari pembangunan jalan, kawasan industri, hingga fasilitas publik lainnya. Kondisi ini membuat potensi penyimpangan anggaran menjadi lebih tinggi jika pengawasan tidak berjalan optimal.
Publik kini menanti perkembangan lebih lanjut dari KPK, termasuk apakah komunikasi dan pertemuan yang didalami akan mengarah pada penetapan tersangka baru atau penguatan bukti terhadap pihak-pihak yang sudah terlibat dalam perkara.
KPK sendiri menegaskan komitmennya untuk terus menelusuri aliran suap serta jaringan yang terlibat dalam praktik korupsi proyek. Pemeriksaan Kartika Sari menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian penyidikan tersebut, yang bertujuan membuka lebih jelas hubungan antara HM Kunang dan Sarjan dalam dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Dengan penyidikan yang masih berlangsung, masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan kasus ini secara kritis, sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek pembangunan daerah.
Baca juga : Longsor Cisarua Bandung Barat: 99 Bodypack Ditemukan Tim SAR
Cek Juga Artikel Dari Platform : cctvjalanan

