Ekonomi Pancasila Forum 2026 Resmi Digelar

Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) sukses menggelar Ekonomi Pancasila Forum 2026 (EPF 2026) di Assembly Hall, Menara Mandiri, Jakarta. Forum nasional ini mengusung tema “Reaktualisasi Ekonomi Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045” dan menjadi ruang diskusi strategis lintas sektor dalam merespons tantangan ekonomi global serta dinamika pembangunan Indonesia.

Penyelenggaraan EPF 2026 menegaskan peran alumni perguruan tinggi sebagai mitra strategis negara dalam memperkaya diskursus kebijakan publik. Forum ini mempertemukan akademisi, praktisi, pemangku kepentingan keuangan, serta tokoh nasional untuk membahas bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterjemahkan secara konkret dalam kebijakan ekonomi nasional.


Komitmen IKA UNPAD Mengawal Kebijakan Ekonomi

Ketua Umum IKA UNPAD yang juga menjabat sebagai Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa EPF 2026 merupakan bagian dari komitmen jangka panjang IKA UNPAD dalam mendorong dialog strategis nasional terkait arah kebijakan ekonomi yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Menurut Ferry, Ekonomi Pancasila harus ditempatkan sebagai fondasi kebijakan, bukan sekadar jargon normatif. Ia menilai bahwa pembangunan ekonomi nasional perlu kembali menempatkan nilai gotong royong, keadilan sosial, dan keberpihakan pada usaha rakyat sebagai pilar utama.


Dukungan Akademik dari Universitas Padjadjaran

Universitas Padjadjaran sebagai institusi induk para alumni turut menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan EPF 2026. Wakil Rektor UNPAD Maman Setiawan, yang hadir memberikan sambutan, menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan alumni dalam memperkaya kebijakan publik.

Ia menyampaikan bahwa kampus tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga sebagai sumber gagasan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Peran alumni dinilai strategis karena berada langsung di berbagai sektor pengambilan keputusan.


Dukungan Dunia Perbankan dan Sektor Keuangan

Forum ini juga dibuka dengan sambutan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, yang juga merupakan Alumni FEB UNPAD Angkatan 1987. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap EPF 2026 sebagai forum yang mendorong dialog kebijakan ekonomi berorientasi pada kepentingan nasional.

Henry menilai bahwa dunia perbankan memiliki peran penting dalam mengimplementasikan nilai Ekonomi Pancasila, terutama dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif bagi UMKM, koperasi, dan sektor produktif nasional.


Ekonomi Pancasila Harus Terukur dan Konsisten

Dewan Penasihat IKA UNPAD, Omay K. Wiraatmadja, menilai EPF 2026 sebagai inisiatif strategis yang perlu dijaga keberlanjutannya. Menurutnya, Ekonomi Pancasila tidak boleh berhenti sebagai konsep normatif, melainkan harus diwujudkan dalam kebijakan yang konsisten, terukur, dan dapat dievaluasi dampaknya.

Ia menekankan bahwa konsistensi kebijakan menjadi kunci agar Ekonomi Pancasila benar-benar menjadi kerangka pembangunan nasional, bukan sekadar wacana akademik atau politik.


Narasumber Lintas Sektor Bahas Isu Strategis

EPF 2026 menghadirkan beragam narasumber dari latar belakang akademisi, praktisi, dan tokoh nasional. Sejumlah pembicara yang hadir antara lain pengamat politik Rocky Gerung, Plt. Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari, Kepala Divisi Manajemen Risiko LPDB-Koperasi Yones William, serta Senior Vice President Bank Mandiri Bayu Trisno Arief.

Turut hadir pula Direktur Eksekutif LP3ES Fahmi Wibawa dan Wakil Rektor Universitas Paramadina Handi Risza, yang memperkaya perspektif diskusi dari sisi kebijakan publik dan akademik.


Diskusi Dinamis dan Partisipasi Peserta

Forum dipandu oleh moderator Executive Director Indonesian Diaspora Network United (IDNU) Nuning P. Hallet dan pakar Indonesian Railway Society Krishna Amir Hamzah. Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari peserta.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari profesional, akademisi, alumni, hingga pelaku usaha. Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi bagian penting dalam memperkaya sudut pandang terhadap isu-isu ekonomi nasional, termasuk tantangan global, kedaulatan ekonomi, serta peran negara dan pasar.


Menuju Kebijakan Ekonomi yang Inklusif

Melalui EPF 2026, IKA UNPAD berharap dapat memperkuat kontribusi alumni dalam mendorong perumusan kebijakan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa. Ketua Pelaksana EPF 2026, Adriastama N. Priajati, menyampaikan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang dialog yang mengedepankan substansi dan kedalaman pembahasan.

Ia menegaskan bahwa EPF tidak dimaksudkan sebagai forum seremonial, melainkan wadah berkelanjutan untuk merumuskan gagasan kebijakan yang aplikatif.


Potensi Besar Alumni UNPAD

IKA UNPAD saat ini menaungi lebih dari 500 ribu alumni yang tersebar di berbagai profesi, baik di dalam maupun luar negeri. Sejak berdiri pada 24 September 1960, organisasi ini telah menjalankan berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Dengan jumlah alumni yang terus bertambah, IKA UNPAD memiliki potensi besar untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam mengawal kebijakan ekonomi yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.


Meneguhkan Peran Alumni untuk Indonesia Emas 2045

Ekonomi Pancasila Forum 2026 menjadi bukti bahwa alumni perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa. Melalui dialog lintas sektor dan gagasan kebijakan yang substantif, IKA UNPAD meneguhkan komitmennya untuk terus mengawal arah kebijakan ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Forum ini diharapkan menjadi fondasi berkelanjutan bagi lahirnya kebijakan ekonomi yang adil, inklusif, dan berdaulat, sejalan dengan cita-cita Pancasila sebagai dasar negara.

Baca Juga : Warga Palestina dari Mesir Tiba di Penyeberangan Rafah

Cek Juga Artikel Dari Platform : suarairama