hotviralnews.web.id Pemerintah Provinsi Gorontalo memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat. Momentum keagamaan ini tidak hanya dijadikan sebagai peringatan seremonial, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang refleksi spiritual bagi aparatur pemerintah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mencanangkan gerakan membaca Al-Qur’an di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pencanangan gerakan ASN mengaji menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus membangun karakter aparatur yang berakhlak. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur dan dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

Momentum ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah untuk menyeimbangkan pembangunan fisik dengan penguatan spiritual aparatur.

Menghidupkan Nilai Keislaman di Lingkungan ASN

Gerakan membaca Al-Qur’an di kalangan ASN bertujuan membumikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Gusnar Ismail menilai bahwa penguatan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk pribadi ASN yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab.

Dalam arahannya, Gubernur mengimbau agar ASN meluangkan waktu secara rutin untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Waktu yang dianjurkan relatif singkat, namun konsisten, sehingga tidak mengganggu aktivitas pekerjaan.

Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara berkelanjutan akan membawa dampak besar terhadap pembentukan karakter.

Ajakan Tanpa Paksaan

Gusnar menegaskan bahwa gerakan ASN mengaji bersifat ajakan moral, bukan kewajiban yang bersifat memaksa. Pemerintah daerah ingin membangun kesadaran dari dalam diri aparatur, bukan melalui instruksi formal semata.

Pendekatan ini dipilih agar gerakan tersebut tumbuh secara alami dan menjadi kebiasaan positif. ASN diharapkan menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai kebutuhan spiritual, bukan sekadar rutinitas administratif.

Dengan cara ini, nilai keikhlasan dan kesadaran pribadi menjadi fondasi utama pelaksanaan gerakan.

Isra Mi’raj sebagai Momentum Refleksi

Peringatan Isra Mi’raj dimaknai sebagai peristiwa penting yang mengajarkan kedisiplinan, keimanan, dan ketaatan. Gusnar mengajak seluruh ASN untuk menjadikan peringatan ini sebagai sarana introspeksi diri.

Menurutnya, Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga pesan spiritual yang relevan dalam kehidupan modern. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam dunia kerja, khususnya dalam pelayanan publik.

Refleksi spiritual diharapkan mampu memperkuat hubungan antara tugas kedinasan dan nilai-nilai ibadah.

Penguatan Spiritual dan Etos Kerja

Gubernur Gorontalo menekankan bahwa penguatan spiritual memiliki korelasi erat dengan peningkatan etos kerja. ASN yang memiliki fondasi spiritual kuat cenderung bekerja dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran.

Melalui gerakan membaca Al-Qur’an, diharapkan muncul kesadaran bahwa setiap tugas merupakan bentuk amanah. Kesadaran ini diyakini dapat meminimalkan praktik-praktik yang menyimpang serta meningkatkan integritas aparatur.

Penguatan nilai moral menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berorientasi pelayanan.

Membangun Pemerintahan Berakhlak

Gerakan ASN mengaji juga diarahkan untuk membangun suasana kerja yang berakhlak. Lingkungan kerja yang dilandasi nilai spiritual diyakini mampu menciptakan hubungan yang harmonis antarsesama pegawai.

Nilai kejujuran, saling menghargai, dan kebersamaan diharapkan tumbuh seiring meningkatnya kesadaran spiritual. Pemerintahan yang berakhlak bukan hanya tercermin dari kebijakan, tetapi juga dari perilaku aparatur sehari-hari.

Gusnar menilai bahwa kualitas pelayanan publik sangat dipengaruhi oleh karakter individu yang menjalankannya.

Dukungan Pimpinan Daerah

Kehadiran Wakil Gubernur dan jajaran pimpinan daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap gerakan ini. Sinergi pimpinan diharapkan mampu menjadi teladan bagi seluruh ASN.

Keteladanan dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar imbauan. Dengan contoh langsung dari pimpinan, ASN diharapkan termotivasi untuk mengikuti gerakan secara sukarela.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan spiritual menjadi agenda bersama, bukan hanya inisiatif personal.

Spiritualitas dan Pelayanan Publik

Dalam konteks pelayanan publik, spiritualitas memiliki peran penting dalam membentuk sikap empati dan kepedulian. ASN yang memiliki kedekatan spiritual diharapkan mampu melayani masyarakat dengan lebih tulus.

Pelayanan yang didasari keikhlasan tidak hanya mengejar target administratif, tetapi juga mengedepankan kepuasan dan kesejahteraan masyarakat.

Gerakan ASN mengaji menjadi bagian dari upaya membangun aparatur yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas.

Harapan Terhadap Perubahan Positif

Gubernur Gusnar berharap gerakan ini dapat menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan. Jika dilakukan secara konsisten, membaca Al-Qur’an diyakini mampu membentuk ketenangan batin dan keseimbangan emosional.

Keseimbangan tersebut penting dalam menghadapi tekanan pekerjaan dan dinamika birokrasi. ASN yang tenang secara spiritual cenderung lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Perubahan positif di tingkat individu diharapkan berdampak luas terhadap kinerja organisasi pemerintahan.

Membangun Budaya Kerja yang Sehat

Gerakan ASN mengaji juga diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja yang sehat. Lingkungan kerja yang dipenuhi nilai keagamaan dapat menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis.

Budaya kerja yang sehat akan memperkuat kolaborasi dan meningkatkan produktivitas. Dengan demikian, pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan penguatan moral aparatur.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menilai bahwa keseimbangan antara kompetensi dan spiritualitas merupakan kunci keberhasilan pemerintahan.

Penutup

Pencanangan gerakan ASN mengaji oleh Gubernur Gorontalo menjadi langkah penting dalam membangun aparatur yang berakhlak dan berintegritas. Melalui momentum peringatan Isra Mi’raj, pemerintah daerah mengajak ASN untuk memperkuat spiritualitas sebagai fondasi pelayanan publik.

Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi berkembang menjadi kebiasaan positif yang menghidupkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keikhlasan. Dengan aparatur yang kuat secara moral dan spiritual, Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis mampu mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan berpihak kepada masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform pontianaknews.web.id