Menutup tahun buku 2025, Bank BPD Bali mencatatkan kinerja keuangan yang solid dan berkelanjutan. Bank pembangunan daerah kebanggaan masyarakat Bali ini berhasil membukukan pertumbuhan positif di hampir seluruh indikator utama, sekaligus memperkuat transformasi digital melalui peluncuran fitur QRIS CPM (Customer Presented Mode) pada aplikasi Balipay.

Capaian tersebut menegaskan posisi Bank BPD Bali tidak hanya sebagai lembaga keuangan daerah yang sehat, tetapi juga sebagai institusi yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan transaksi masyarakat modern.


Laba Tumbuh Signifikan, Tembus Rp1,05 Triliun

Berdasarkan laporan kinerja hingga 30 Desember 2025, Bank BPD Bali membukukan laba sebesar Rp1.050,68 triliun, tumbuh 19,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba yang signifikan ini mencerminkan pengelolaan bisnis yang prudent, efisiensi operasional yang terjaga, serta kemampuan bank dalam mengoptimalkan peluang intermediasi di tengah dinamika ekonomi.

Kinerja laba tersebut ditopang oleh peningkatan aset yang konsisten. Total aset Bank BPD Bali tercatat mencapai Rp41.257 miliar, tumbuh 7,68 persen secara tahunan (year on year/YoY). Peningkatan aset ini menunjukkan kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah yang terus terjaga terhadap Bank BPD Bali sebagai pengelola dana dan pembiayaan pembangunan daerah.


Kredit dan DPK Tumbuh Seimbang

Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit Bank BPD Bali sepanjang 2025 mencapai Rp24.974 miliar, atau tumbuh 9,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit tersebut mencerminkan peran aktif bank dalam mendukung sektor produktif, UMKM, serta berbagai kegiatan ekonomi masyarakat Bali.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun Bank BPD Bali tercatat meningkat 5,24 persen menjadi Rp33.852 miliar, dari sebelumnya Rp32.168 miliar. Pertumbuhan DPK yang stabil menjadi fondasi penting bagi bank untuk menjaga likuiditas sekaligus memperluas penyaluran pembiayaan secara sehat.


Tingkat Kesehatan Bank Terjaga Kuat

Tidak hanya tumbuh dari sisi bisnis, Bank BPD Bali juga mencatatkan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan menjadi 0,83 persen, membaik dari posisi sebelumnya 0,92 persen. Angka ini jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator, menandakan manajemen risiko kredit yang efektif.

Sejumlah rasio keuangan lainnya juga berada pada level yang kuat dan sehat. Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 3,43 persen, Return on Equity (ROE) mencapai 21,41 persen, sementara Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berada di level efisien sebesar 61,82 persen. Adapun Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 73,75 persen, menunjukkan likuiditas yang memadai dan ruang ekspansi kredit yang masih terbuka.


Dukung Program Strategis Pemerintah

Sepanjang 2025, Bank BPD Bali juga mendapat kepercayaan untuk menyalurkan berbagai program strategis pemerintah. Di antaranya adalah Kredit Industri Padat Karya (KIPK) dan Kredit Program Perumahan (KPP). Penyaluran program-program ini menjadi wujud nyata peran Bank BPD Bali dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keterlibatan aktif dalam program pemerintah tersebut juga memperkuat posisi Bank BPD Bali sebagai mitra strategis pembangunan daerah, sejalan dengan mandatnya sebagai bank pembangunan daerah.


Proyek Strategis Terealisasi 100 Persen

Di sisi pengembangan korporasi, seluruh proyek strategis Bank BPD Bali pada tahun 2025 berhasil direalisasikan 100 persen. Proyek tersebut meliputi pengembangan layanan Mobile Banking, implementasi QRIS Tap berbasis NFC, Kartu Kredit Indonesia (KKI) Online Payment, hingga pembangunan gedung kantor pusat yang representatif.

Keberhasilan merealisasikan proyek-proyek tersebut menjadi fondasi penting bagi Bank BPD Bali dalam mempercepat transformasi digital dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah di masa mendatang.


Luncurkan QRIS CPM Melalui Balipay

Sebagai bentuk rasa syukur atas capaian kinerja 2025, jajaran Komisaris, Direksi, dan seluruh staf Bank BPD Bali menggelar kegiatan syukuran dan persembahyangan. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk meluncurkan fitur QRIS CPM (Customer Presented Mode) pada aplikasi Balipay.

Melalui QRIS CPM, nasabah cukup menampilkan kode QR dari aplikasi Balipay untuk kemudian dipindai oleh merchant. Nominal transaksi diinput langsung oleh merchant, sehingga dinilai lebih aman, meminimalkan kesalahan input, serta mengurangi risiko peredaran uang palsu.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen bank dalam menghadirkan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

โ€œTahun 2025 adalah tahun penuh syukur. Sebagai wujud kepedulian terhadap kenyamanan bertransaksi nasabah, kami hadirkan QRIS CPM untuk menciptakan ekosistem transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal,โ€ ujarnya.

Saat ini, layanan QRIS CPM Bank BPD Bali telah dapat digunakan di berbagai jaringan ritel nasional seperti Alfamart dan Indomaret, serta seluruh merchant yang bekerja sama dengan Bank BPD Bali.


Apresiasi Dewan Komisaris dan Imbauan Keamanan

Komisaris Utama Bank BPD Bali, I Gusti Ngurah Bagus Artawan, memberikan apresiasi atas kinerja dan inovasi yang dihadirkan sepanjang 2025.

Ia menegaskan bahwa peluncuran QRIS CPM bukan hanya soal pertumbuhan angka, tetapi juga tentang solusi nyata bagi efisiensi bisnis UMKM dan kenyamanan nasabah.

Di tengah masifnya transformasi digital, Bank BPD Bali juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bank. Nasabah diminta menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN, OTP, dan kata sandi, serta memastikan informasi resmi hanya diperoleh melalui kanal resmi Bank BPD Bali.

Baca Juga : Pria NTT Ditikam Tombak di Kos Denpasar Saat Tahun Baru

Jangan Lewatkan Info Penting Dariย :ย radarbandung