Gerakan Nasional untuk Lingkungan yang Lebih Baik

Presiden Prabowo Subianto berencana meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI dalam waktu dekat. Inisiatif nasional ini digagas sebagai langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah di seluruh wilayah Indonesia. Presiden menegaskan bahwa gerakan ini tidak berhenti pada slogan, melainkan menekankan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam forum tersebut, Presiden menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan wajah Indonesia yang lebih tertata dan nyaman.


Makna ASRI: Aman, Sehat, Resik, Indah

Prabowo menjelaskan bahwa istilah ASRI merupakan singkatan dari aman, sehat, resik, dan indah. Ia menekankan bahwa kata “resik” tidak hanya berarti bersih, tetapi juga mencakup unsur ketertiban dan kerapian.

“Dalam waktu dekat, saya mau melaunching Gerakan Indonesia ASRI. Aman, sehat, resik, indah. Resik itu artinya bersih, tertib, dan sebagainya,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, konsep ASRI harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, mulai dari kebersihan lingkungan, penataan ruang publik, hingga pengelolaan kawasan perkotaan dan destinasi wisata. Lingkungan yang bersih dan tertata dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Fokus pada Perubahan Nyata di Lapangan

Gerakan Indonesia ASRI dirancang untuk menekankan aksi langsung yang dapat segera dilaksanakan. Presiden menilai bahwa perbaikan lingkungan tidak selalu membutuhkan program besar yang rumit, melainkan komitmen dan konsistensi dalam menjalankan kegiatan sederhana secara massal.

Ia mencontohkan kegiatan kerja bakti atau korve yang dilakukan secara rutin sebagai salah satu bentuk aksi paling konkret. Menurutnya, jika dilakukan secara serentak oleh banyak pihak, dampak dari kegiatan sederhana tersebut akan sangat signifikan.


Peran Aktif Instansi Pemerintah dan Sekolah

Dalam pelaksanaannya, Prabowo meminta seluruh instansi pemerintah untuk mengambil peran sebagai contoh bagi masyarakat. Pemerintah, menurutnya, harus berada di garis depan dalam membangun budaya bersih dan tertib.

Salah satu langkah konkret yang akan diterapkan adalah melibatkan sekolah-sekolah dalam kegiatan kerja bakti rutin. Presiden menegaskan bahwa keterlibatan siswa bukan bentuk pembebanan, melainkan pendidikan karakter sejak dini.

“Anak sekolah tidak apa-apa. Pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan orang, cepat itu,” kata Prabowo.

Dengan melibatkan pelajar, Presiden berharap kesadaran menjaga kebersihan dan lingkungan dapat tertanam sejak usia muda.


Dukungan Sarana dan Prasarana

Untuk memastikan Gerakan Indonesia ASRI berjalan efektif, pemerintah juga akan menyiapkan sarana pendukung yang memadai. Prabowo menyebutkan penyediaan gerobak sampah, truk pengangkut, serta fasilitas pendukung lainnya sebagai bagian dari gerakan ini.

Menurutnya, keberhasilan gerakan bersih-bersih tidak hanya bergantung pada kemauan masyarakat, tetapi juga pada ketersediaan infrastruktur yang memadai. Tanpa dukungan logistik yang cukup, upaya menjaga kebersihan akan sulit berkelanjutan.


Penertiban Baliho dan Reklame Jadi Perhatian

Selain kebersihan, Gerakan Indonesia ASRI juga menyasar penataan visual kota. Presiden menyoroti maraknya baliho, spanduk, dan reklame yang dinilai sudah berlebihan dan mengganggu keindahan kota-kota di Indonesia.

Prabowo menilai banyak daerah kini terlihat nyaris seragam karena dipenuhi iklan berukuran besar yang menutup wajah kota. Kondisi ini, menurutnya, perlu ditertibkan agar ruang publik kembali nyaman dan estetis.

Penertiban reklame akan dilakukan secara tertib dan persuasif dengan melibatkan pelaku usaha dan asosiasi terkait. Presiden menekankan bahwa tujuan penataan bukan untuk mematikan usaha, melainkan menciptakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keindahan lingkungan.


Penataan Jalan Protokol dan Kawasan Wisata

Presiden juga meminta agar jalan-jalan protokol, pusat kota, dan kawasan wisata ditata lebih rapi. Penataan tersebut mencakup penertiban kabel-kabel yang semrawut, perbaikan tampilan bangunan usaha, serta penyesuaian desain agar selaras dengan lingkungan sekitar.

Menurut Prabowo, wajah kota mencerminkan identitas bangsa. Kota yang tertata baik akan memberikan rasa nyaman bagi warganya sekaligus meningkatkan daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.


Dampak bagi Pariwisata dan Citra Bangsa

Gerakan Indonesia ASRI dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat sektor pariwisata. Lingkungan yang bersih, aman, dan indah diyakini mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung dan tinggal lebih lama.

Prabowo menekankan bahwa keindahan kota dan lingkungan bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan citra Indonesia di mata dunia. Negara yang bersih dan tertata akan lebih dihargai dalam pergaulan internasional.


Komitmen Jangka Panjang Pemerintah

Presiden menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI bukan program sesaat. Ia menginginkan gerakan ini menjadi budaya nasional yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh elemen bangsa.

Dengan keterlibatan aktif pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, pelaku usaha, dan masyarakat, Prabowo optimistis Indonesia dapat mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah secara berkelanjutan.

Gerakan Indonesia ASRI diharapkan menjadi tonggak perubahan nyata dalam pengelolaan lingkungan dan penataan ruang publik, sekaligus warisan penting bagi generasi mendatang.

Baca Juga : Sekolah Tolak MBG, BGN Tegaskan Tidak Ada Pemaksaan

Cek Juga Artikel Dari Platform : dapurkuliner