hotviralnews.web.id Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi masyarakat pascabencana banjir bandang. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan gotong royong Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kembali digelar untuk keempat kalinya di wilayah terdampak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan ASN Peduli, sebuah inisiatif yang menekankan pentingnya kehadiran aparatur pemerintah di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi masa sulit akibat bencana alam. Melalui aksi nyata di lapangan, pemerintah daerah berupaya mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus memulihkan aktivitas pemerintahan gampong.
Gotong royong difokuskan di Kantor Keuchik Gampong Beuringen dan Gampong Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, yang mengalami dampak cukup parah akibat banjir bandang.
Puluhan ASN Turun Langsung ke Lapangan
Puluhan ASN dari berbagai perangkat daerah terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Mereka bergotong royong membersihkan lumpur, sisa material banjir, serta lingkungan sekitar fasilitas pelayanan publik.
Kehadiran ASN di lokasi tidak hanya membantu meringankan pekerjaan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada masyarakat. Aktivitas pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar kantor gampong dapat kembali difungsikan sebagai pusat pelayanan masyarakat.
Gotong royong ini juga menjadi sarana memperkuat solidaritas antara aparatur pemerintah dan warga setempat.
Fokus Pemulihan Fasilitas Gampong
Kantor keuchik sebagai pusat administrasi gampong menjadi salah satu prioritas utama dalam kegiatan ini. Pascabanjir, fasilitas tersebut dipenuhi lumpur dan material yang menghambat pelayanan publik.
Dengan pembersihan intensif, diharapkan roda pemerintahan gampong dapat kembali berjalan normal. Pelayanan administrasi kepada masyarakat menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dipulihkan.
Selain kantor keuchik, area sekitar pemukiman dan fasilitas umum turut dibersihkan agar lingkungan kembali layak digunakan.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Kegiatan gotong royong ini mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam penanganan pascabencana. ASN dan masyarakat bekerja berdampingan tanpa sekat jabatan.
Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi semacam ini dinilai efektif dalam mempercepat proses rehabilitasi lingkungan yang terdampak.
Kepedulian sebagai Tanggung Jawab Moral
Salah satu ASN peserta kegiatan, Siti Chadijah dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian & Statistik Pidie Jaya, menyampaikan bahwa gotong royong ini merupakan wujud tanggung jawab moral ASN.
Menurutnya, peran ASN tidak terbatas pada tugas administratif di kantor, tetapi juga meliputi kehadiran nyata di tengah masyarakat saat dibutuhkan. Bencana menjadi momentum bagi aparatur pemerintah untuk menunjukkan empati dan kepedulian.
Ia berharap kehadiran ASN dapat meringankan beban masyarakat dan memberikan semangat untuk bangkit kembali.
Dampak Psikologis yang Positif
Selain manfaat fisik berupa lingkungan yang bersih, kegiatan gotong royong juga memberikan dampak psikologis positif bagi warga. Kehadiran aparat pemerintah memberikan rasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan.
Bagi masyarakat terdampak, dukungan semacam ini sangat penting untuk memulihkan semangat dan kepercayaan diri setelah menghadapi musibah.
Gotong royong menjadi simbol bahwa proses pemulihan dilakukan bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Komitmen Berkelanjutan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menegaskan bahwa kegiatan gotong royong tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan. Aksi keempat ini merupakan bukti keberlanjutan komitmen pemerintah dalam mendampingi masyarakat.
Ke depan, pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak. Upaya ini mencakup pemulihan lingkungan, fasilitas publik, hingga dukungan sosial bagi warga.
Pendekatan berkelanjutan dinilai penting agar pemulihan dapat berjalan optimal dan merata.
Gotong Royong sebagai Nilai Sosial
Gotong royong merupakan nilai luhur yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam konteks bencana, nilai ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan.
Kegiatan ASN Peduli di Pidie Jaya menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih relevan dan efektif dalam menghadapi situasi darurat.
Nilai kebersamaan ini juga menjadi pondasi penting dalam membangun ketahanan sosial masyarakat.
Tantangan Pascabencana
Meski upaya pembersihan terus dilakukan, tantangan pascabencana masih cukup besar. Kerusakan infrastruktur, risiko penyakit, dan dampak ekonomi menjadi perhatian utama.
Oleh karena itu, gotong royong menjadi langkah awal yang perlu diikuti dengan program lanjutan. Pemerintah daerah terus melakukan pemetaan kebutuhan agar bantuan dan program pemulihan tepat sasaran.
Pendekatan terintegrasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemulihan jangka panjang.
Harapan untuk Pemulihan Menyeluruh
Melalui kegiatan ini, diharapkan lingkungan gampong dapat kembali bersih, sehat, dan aman. Warga diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.
Pemerintah daerah juga berharap semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga hingga seluruh proses rehabilitasi selesai.
Dengan kerja sama yang solid, pemulihan pascabencana diyakini dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Penutup
Kegiatan gotong royong ASN Peduli yang digelar Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir bandang. Melalui aksi keempat ini, ASN tidak hanya menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga menunjukkan empati dan solidaritas sosial.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen berkelanjutan, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan optimal. Gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membangun kembali gampong yang terdampak menuju kondisi yang lebih baik dan berdaya.

Cek Juga Artikel Dari Platform cctvjalanan.web.id
