Inisiatif Baru Dorong UMKM Perempuan

Upaya memperluas akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dipimpin perempuan di Indonesia kembali mendapatkan dukungan internasional. Global Affairs Canada bersama Impact Investment Exchange secara resmi meluncurkan program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI), sebuah inisiatif berdurasi lima tahun yang dirancang untuk memperkuat kesiapan investasi usaha berdampak di Indonesia.

Program ini menempatkan perempuan sebagai pusat strategi pembangunan ekonomi inklusif. Melalui pendekatan yang terstruktur, IIRI bertujuan membantu pelaku usaha perempuan agar mampu mengakses pembiayaan, menarik investor, dan memperluas peluang usaha secara berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

Fokus pada Kesiapan Investasi dan Kapasitas Usaha

IIRI tidak hanya berfokus pada penyediaan akses modal, tetapi juga pada penguatan fondasi usaha. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan keuangan UMKM melalui pelatihan yang disesuaikan dengan konteks lokal. Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga kemampuan untuk mengelola dan mengembangkannya secara efektif.

Pendekatan ini mencakup dukungan kesiapan investasi yang terarah, mulai dari penyusunan model bisnis, penguatan tata kelola keuangan, hingga penyediaan data dampak usaha. Selain itu, penguatan kemitraan ekosistem menjadi elemen penting untuk menjembatani pelaku usaha dengan investor serta lembaga keuangan yang relevan.

Komitmen Kanada untuk Pertumbuhan Inklusif

Peluncuran program IIRI dihadiri oleh Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai bersama Pendiri dan CEO IIX Durreen Shahnaz. Kehadiran kedua tokoh tersebut menegaskan komitmen Kanada dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan gender di Indonesia.

Menurut Sarai, kemitraan ini bertujuan memberikan bantuan teknis sekaligus menarik investasi bagi usaha yang memberdayakan perempuan. UMKM perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam pembangunan berkelanjutan, tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial di komunitasnya.

Peran Vital UMKM dalam Perekonomian Indonesia

Indonesia saat ini memiliki lebih dari 65 juta UMKM yang menyumbang sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto. Dari jumlah tersebut, sekitar 64,5 persen merupakan usaha milik perempuan. Angka ini menunjukkan besarnya kontribusi perempuan dalam perekonomian nasional, sekaligus potensi besar yang dapat terus dikembangkan.

Namun, di balik kontribusi tersebut, masih terdapat kesenjangan pembiayaan yang signifikan. Banyak UMKM perempuan menghadapi keterbatasan akses modal karena belum memiliki kesiapan bisnis, model keuangan yang solid, maupun data dampak yang dibutuhkan oleh investor dan lembaga pembiayaan.

Tantangan Akses Modal dan Ketimpangan Wilayah

Selain tantangan kesiapan usaha, persoalan lain yang dihadapi UMKM adalah ketimpangan aliran investasi. Pendanaan masih cenderung terpusat di wilayah tertentu seperti Jawa dan Bali. Akibatnya, UMKM di berbagai provinsi lain menghadapi keterbatasan sumber daya dan akses pembiayaan.

Program IIRI dirancang untuk menjawab tantangan ini dengan memperluas jangkauan dukungan ke sejumlah provinsi terpilih. Dengan pendekatan berbasis wilayah, diharapkan pelaku UMKM perempuan di luar pusat ekonomi utama dapat memperoleh kesempatan yang lebih setara untuk berkembang.

Menghubungkan Usaha dengan Investor

Salah satu kekuatan utama IIRI terletak pada penguatan kemitraan ekosistem. Program ini berupaya menciptakan jembatan antara pelaku usaha, investor, dan lembaga keuangan. Melalui koneksi yang lebih terstruktur, UMKM perempuan diharapkan dapat mengakses sumber pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik usaha mereka.

Pendekatan ini juga mendorong investor untuk melihat UMKM perempuan sebagai peluang investasi berdampak. Dengan dukungan data dan kesiapan usaha yang lebih baik, risiko investasi dapat ditekan, sementara dampak sosial dan ekonomi dapat dimaksimalkan.

Sejalan dengan Visi Pembangunan Jangka Panjang

IIRI diarahkan untuk mendukung visi pembangunan jangka panjang Indonesia menuju Visi Emas 2045. Penguatan UMKM perempuan dinilai sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, pengurangan kesenjangan, serta peningkatan ketahanan ekonomi nasional.

Melalui penguatan kapasitas dan akses modal, UMKM perempuan diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, serta berkontribusi pada pembangunan daerah. Dampak jangka panjangnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh komunitas dan ekosistem ekonomi di sekitarnya.

Melanjutkan Kerja Transformasional IIX

IIX menyatakan bahwa program IIRI dibangun di atas kerja transformasional yang telah berlangsung di Indonesia. Selama ini, IIX telah berkolaborasi dengan pemerintah, regulator, dan sektor swasta dalam memajukan ekosistem UMKM dan investasi berdampak.

Pengalaman tersebut menjadi landasan kuat dalam merancang program yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan lokal. Dengan dukungan Global Affairs Canada, IIX memperluas skala dan dampak program untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha perempuan.

Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi Inklusif

UMKM perempuan memiliki peran ganda dalam pembangunan. Selain berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, usaha yang dipimpin perempuan sering kali memiliki dampak sosial yang kuat, seperti peningkatan kesejahteraan keluarga, pendidikan anak, dan ketahanan komunitas.

Dengan memperkuat akses permodalan, IIRI berupaya memastikan bahwa potensi ini dapat berkembang secara optimal. Modal yang berkelanjutan memungkinkan pelaku usaha perempuan untuk berinovasi, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing usaha mereka.

Membangun Ekosistem yang Lebih Adil

Program IIRI mencerminkan pendekatan pembangunan yang menempatkan keadilan dan inklusivitas sebagai prinsip utama. Dengan mengatasi kesenjangan pembiayaan dan wilayah, program ini berupaya menciptakan ekosistem usaha yang lebih merata dan berdaya tahan.

Upaya ini juga memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Kanada, menunjukkan bahwa kolaborasi internasional dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi lokal.

Harapan terhadap Dampak Jangka Panjang

Melalui IIRI, Global Affairs Canada dan IIX berharap dapat menciptakan perubahan struktural dalam ekosistem UMKM perempuan di Indonesia. Bukan sekadar meningkatkan akses modal jangka pendek, tetapi membangun kapasitas yang memungkinkan usaha tumbuh dan bertahan dalam jangka panjang.

Dengan dukungan yang tepat, UMKM perempuan berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi inklusif Indonesia. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya cepat, tetapi juga adil, berkelanjutan, dan memberi ruang bagi perempuan sebagai penggerak utama pembangunan.

Baca Juga : 5 Aplikasi Penghasil Uang 2026 yang Langsung Cair

Cek Juga Artikel Dari Platform : pontianaknews