hotviralnews.web.id Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mempercepat langkah menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah menyiapkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan sampah sekaligus mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan.
Bupati Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau proses pematangan lahan di TPA Jatiwaringin. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis lahan sebelum pembangunan fasilitas PSEL dimulai.
Progres Pematangan Lahan Hampir Rampung
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang serta Direktur PDAM Tirta Kerta Raharja. Rombongan meninjau langsung kondisi lapangan, termasuk proses pematangan dan pemadatan lahan yang menjadi tahapan awal pembangunan PSEL.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa progres pematangan lahan telah mencapai sekitar 95 persen. Angka ini menandakan kesiapan yang sangat signifikan dan memberikan optimisme bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi dapat segera memasuki tahap berikutnya.
Tantangan Cuaca dan Upaya Mitigasi
Meski progres berjalan baik, Bupati mengakui masih terdapat kendala teknis di lapangan. Faktor cuaca, khususnya kondisi musim hujan, sedikit memperlambat proses pemadatan akhir lahan. Namun demikian, pemerintah daerah menilai kendala tersebut masih dapat diatasi dengan langkah mitigasi yang tepat.
Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah penutupan gunungan dan timbunan sampah menggunakan geomembran. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan keamanan dan stabilitas area TPA. Penanganan ini juga menjadi bagian dari praktik pengelolaan TPA yang lebih bertanggung jawab.
PSEL sebagai Solusi Terpadu
Pembangunan PSEL di TPA Jatiwaringin tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga mengubah sampah menjadi sumber energi listrik. Konsep ini diharapkan mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni persoalan lingkungan dan kebutuhan energi.
Dengan teknologi yang tepat, sampah yang selama ini menjadi beban dapat diolah menjadi nilai tambah. PSEL juga diproyeksikan mampu menekan ketergantungan pada TPA konvensional yang memiliki keterbatasan daya tampung.
Komitmen Pemerintah Daerah
Bupati Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Menurutnya, kesiapan lahan merupakan kunci awal sebelum pembangunan fasilitas PSEL dapat direalisasikan.
Setelah seluruh proses pematangan dan pemadatan lahan benar-benar tuntas, pemerintah daerah akan segera melaporkan kesiapan tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Laporan ini menjadi bagian dari tahapan administratif dan koordinasi lanjutan dalam pembangunan PSEL.
Manfaat Jangka Panjang bagi Masyarakat
Keberadaan PSEL diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Selain mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan, proyek ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah.
Dari sisi lingkungan, pengolahan sampah yang terintegrasi akan mengurangi risiko pencemaran tanah, air, dan udara. Sementara dari sisi energi, listrik yang dihasilkan dapat menjadi sumber energi alternatif yang mendukung kebutuhan daerah.
Sinergi Antar Perangkat Daerah
Keberhasilan proyek PSEL sangat bergantung pada sinergi lintas sektor. Keterlibatan DLH, PDAM, dan instansi terkait lainnya menunjukkan adanya koordinasi yang kuat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.
Sinergi ini menjadi contoh penting bahwa persoalan lingkungan tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat.
Transformasi Pengelolaan TPA
TPA Jatiwaringin diproyeksikan tidak lagi sekadar menjadi lokasi pembuangan akhir, melainkan pusat pengolahan sampah terpadu. Transformasi ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong pengurangan sampah dan pemanfaatan energi terbarukan.
Dengan pengelolaan yang lebih modern, TPA diharapkan tidak lagi identik dengan masalah bau, pencemaran, dan konflik lingkungan. Sebaliknya, TPA dapat menjadi bagian dari solusi pembangunan berkelanjutan.
Harapan Menuju Implementasi PSEL
Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan sesuai rencana. Kesiapan lahan yang hampir rampung menjadi fondasi penting untuk melangkah ke tahap pembangunan fisik fasilitas PSEL.
Ke depan, pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan agar proyek berjalan sesuai standar lingkungan dan teknis yang ditetapkan. Transparansi dan akuntabilitas juga menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Kesimpulan
Peninjauan langsung Bupati Tangerang ke TPA Jatiwaringin menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan pembangunan PSEL. Dengan progres pematangan lahan yang hampir selesai, proyek ini semakin mendekati tahap realisasi.
PSEL diharapkan menjadi solusi strategis pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus mendukung penyediaan energi. Melalui sinergi lintas sektor dan dukungan pemerintah pusat, Kabupaten Tangerang berpeluang menjadi salah satu daerah percontohan dalam transformasi pengelolaan sampah berbasis energi di Indonesia.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarbandung.web.id
