Bank Indonesia mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2026 mencapai Rp10.355,1 triliun.
Angka ini tumbuh 9,7 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Februari yang sebesar 8,7 persen.
๐ Didorong M1 dan Uang Kuasi
Pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh:
- Uang beredar sempit (M1) tumbuh 14,4%
- Uang kuasi tumbuh 5,2%
Kedua komponen ini menjadi faktor utama peningkatan likuiditas.
๐๏ธ Peran Pemerintah dan Kredit
Pertumbuhan juga didorong oleh peningkatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.
Selain itu, penyaluran kredit tetap stabil dengan pertumbuhan 8,9 persen.
๐ Uang Primer Ikut Tumbuh
Bank Indonesia juga mencatat uang primer (M0) adjusted tumbuh 16,8 persen.
Totalnya mencapai Rp2.396,5 triliun, menunjukkan aktivitas ekonomi yang tetap bergerak.
๐ Stabilitas Sistem Keuangan
Kondisi ini mencerminkan likuiditas yang cukup di sistem keuangan.
Stabilnya kredit menunjukkan perbankan tetap aktif mendukung ekonomi.
โ๏ธ Indikasi Pemulihan Ekonomi
Peningkatan uang beredar sering dikaitkan dengan aktivitas ekonomi yang meningkat.
Hal ini bisa menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
โ Tetap Perlu Pengawasan
Meski meningkat, likuiditas tetap perlu dikelola dengan hati-hati.
Pengendalian inflasi dan stabilitas ekonomi tetap menjadi prioritas utama.
Baca Juga : Dony Oskaria Tegaskan Peran Strategis BUMN
Cek Juga Artikel Dari Platformย :ย cctvjalanan

