Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat berhasil mengangkut sebanyak 35 ton sampah dari kawasan Rusunawa Angke, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora. Penanganan ini dilakukan setelah kondisi tumpukan sampah di lokasi tersebut sempat viral di media sosial.

Kepala Sudin LH Jakbar, Achmad Hariadi, menjelaskan bahwa proses pengangkutan dilakukan dalam dua tahap menggunakan sejumlah armada truk.

Pengangkutan Dilakukan Dua Tahap

Dalam operasi pembersihan tersebut, petugas mengerahkan dua unit truk besar, satu truk kecil, serta dua unit truk compactor.

Total sampah yang diangkut mencapai 35 ton, dengan rincian 20 ton pada pengangkutan pertama dan 15 ton pada tahap berikutnya.

Langkah ini menjadi respons cepat pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan kebersihan yang mendapat sorotan publik.

Penyebab Penumpukan Sampah

Menurut pihak Sudin LH, salah satu penyebab utama penumpukan sampah adalah tidak adanya tempat penampungan sementara (TPS) khusus bagi warga di sekitar lokasi.

Akibatnya, warga dari berbagai blok membuang sampah ke satu titik yang sama, sehingga volume sampah meningkat secara signifikan dan akhirnya menumpuk.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya infrastruktur pengelolaan sampah yang memadai di lingkungan padat penduduk.

Edukasi Pilah Sampah Digencarkan

Sebagai langkah lanjutan, Sudin LH Jakarta Barat menggelar workshop pilah sampah untuk warga Rusun Angke, khususnya di wilayah RW 11.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT dan RW, LMK, PKK, Dasawisma, hingga petugas kebersihan.

Tujuannya adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.

Tanggung Jawab Bersama

Achmad Hariadi menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Selama ini, kebiasaan membuang sampah tanpa pengelolaan yang baik menjadi salah satu faktor utama terjadinya penumpukan di TPS.

Melalui edukasi dan keterlibatan masyarakat, diharapkan pola pengelolaan sampah dapat berubah menjadi lebih bijak dan berkelanjutan.

Program Berkelanjutan

Sudin LH berencana menjadikan kegiatan pilah sampah sebagai program rutin yang digelar secara berkala di berbagai wilayah Jakarta Barat.

Dalam satu hingga dua minggu sekali, akan dilakukan kegiatan “gerebek pilah sampah” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara konsisten.

Langkah ini diharapkan mampu menekan volume sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Kesimpulan

Penanganan 35 ton sampah di Rusun Angke menjadi bukti respons cepat pemerintah terhadap persoalan lingkungan yang viral.

Namun, solusi jangka panjang tetap bergantung pada kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dengan baik. Kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Baca Juga : Baliho Aku Harus Mati Tuai Resah Warga DKI

Cek Juga Artikel Dari Platform : cctvjalanan